Pengetasan Kemiskinan Rakyat Indonesia
REFORMASINEW.COM // Jakarta – Consultant Golden Eagle Internasional UNDP, Ivan Adhi Pratama, menyampaikan informasi terkini mengenai perubahan besar dalam sistem keuangan global. Dalam keterangannya, Ivan menyebutkan bahwa Sistem Keuangan Kuantum (QFS) yang didukung emas/aset telah terkunci dan diambil alih.
“Minggu pertama bulan Oktober akan mengubah segalanya. Sistem Penyiaran Darurat akan memecah kesunyian dan mengungkap semua kebenaran yang tersembunyi. Negara-negara di seluruh dunia sedang bersiap untuk mengaktifkan Sistem Keuangan Kuantum (QFS),” ujar Ivan pada 27 September 2024.
Ivan juga menambahkan bahwa pasukan militer di seluruh dunia sedang dimobilisasi, melibatkan lebih dari 80 negara. “Aktivasi QFS adalah kuncinya,” tegasnya. Ia memperkirakan bahwa pemerintahan akan menyusut hingga 90-95%, dan jika pemerintahan baru tidak diadakan dalam waktu 60 hari, militer aliansi global akan mengambil alih kendali.
Negara-negara BRICS juga disebut bergerak dengan transfer kekayaan terbesar dalam sejarah, di mana 134 negara meninggalkan Dolar AS dan beralih ke mata uang yang didukung emas. Masing-masing mata uang ini akan diperdagangkan pada rasio 1:1, menciptakan persaingan yang lebih ketat.
Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa pada 1 Oktober 2024, US Inc. Corporation akan bangkrut. Tahun fiskalnya berakhir dan telah bangkrut sejak 2008. Federal Reserve dan IRS juga akan tutup bersamaan dengan itu. Blackrock, yang mengendalikan kekayaan lebih banyak daripada seluruh negara, juga telah menyatakan bangkrut. Bank yang tidak mematuhi Basel III (tidak memiliki dukungan emas) akan tutup pada 1 Oktober.
“Dan pada akhirnya tanggal 1 Oktober Amerika akan memulai tahun fiskal barunya dengan mata uang US Note yang didukung Emas sebagai bagian dari Global Currency Reset,” tambahnya.
Menurut Ivan, tidak ada jalan kembali dan waktunya perubahan telah tiba. Perubahan ini akan melanda setiap sudut dunia, sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri akan fakta dan kenyataan yang ada.
Perubahan yang terjadi di dunia ini berdampak langsung kepada kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ivan menekankan pentingnya peran Indonesia dalam sistem keuangan tatanan baru, berupa sumber dana pemerintah yang baru, investasi BUMN, dan hibah untuk pengusaha.
“Program sudah disiapkan, sumber dana sudah tersedia, Sistem tinggal digunakan saja, yang pada akhirnya bersama Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto Indonesia akan menjadi Negara Adidaya, Pemimpin Dunia dengan masa Keemasannya,” pungkasnya.
Ivan berharap seluruh rakyat Indonesia akan merasakan dampak positif dari perubahan ini, dengan terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan daya beli, peningkatan fiskal negara, dan terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan.
Pewarta: redaksi
