GEI Dukung Prabowo, QFS untuk Indonesia Emas dan Kesejahteraan Rakyat.
REFORMASINEW.COM // Jakarta – Bertempat di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lapangan Banten, Jakarta Pusat, perwakilan Golden Eagle Internasional (GEI) UNDP dari 514 kabupaten/kota menggelar konferensi pers terkait dimulainya Quantum Financial System (QFS). Hal ini menandai berakhirnya FIAT Monetary System yang digunakan negara-negara di dunia sejak 1933 berdasarkan Banking Act 1933.
Setelah terjadinya Great Depression dan Perang Dunia Pertama, QFS resmi dimulai pada 18 Mei 2025. Sistem perbankan yang terkoneksi antar bank ini membawa perubahan besar dalam sistem keuangan global.
Dana atau uang sebagai alat tukar dijamin oleh pemilik emas, yaitu pemilik sistem, pemilik dana, dan pemilik aset global. Untuk menggunakan dana tersebut melalui bank, harus sepengetahuan pemilik jaminan (emas) dengan menghadirkan Personal Guarantee sebagai wakil dari pemilik sistem, pemilik dana, dan pemilik aset global.
Sesuai dengan 24 dasar hukum dan perundang-undangan, Golden Eagle Internasional UNDP menyampaikan tiga poin penting demi kesejahteraan rakyat Indonesia:
1. Penghapusan Utang: Saat perubahan sistem dari FIAT ke QFS, semua utang bank ke bank sentral dan bank sentral ke pemilik dihapuskan secara sistem. Dengan demikian, seluruh utang debitur ke bank juga dihapuskan sejak 18 Mei 2025 dengan persetujuan pemilik sistem, pemilik dana, dan pemilik aset global.
2. Pembiayaan Investasi Non-Anggaran APBD dan APBN: Pembiayaan ini diberikan bukan dalam bentuk utang, melainkan investasi dari pemilik sistem, pemilik dana, atau pemilik aset global di luar APBD atau APBN melalui sistem perbankan. Sasarannya adalah kepala daerah, pengusaha skala besar, dan UMKM yang menjalankan program ketahanan pangan. Sumber dana berasal dari Likuiditas Makroprudensial Bank Indonesia dan Aset Management Unit (AMU) dengan bank pelaksana, serta jaminan dari Personal Guarantee (wakil dari pemilik sistem, pemilik dana, dan pemilik aset global).
3. Kepemilikan Bank: Kepemilikan bank bukan sekadar otoritas, melainkan fondasi utama penghapusan utang nasional dan penyalur dana investasi global. Dalam sistem ekonomi dunia, kepemilikan bank merupakan instrumen tertinggi dalam mengatur, menjaga, dan menyeimbangkan kedaulatan finansial bangsa.
GEI mengajak seluruh anak bangsa untuk menjalankan ketentuan perundang-undangan dan 24 dasar hukum demi bangsa dan negara Indonesia. Mereka juga menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi terciptanya Indonesia Emas yang sejahtera dan menjadi pemimpin dunia.
Hadir dalam konferensi pers tersebut Ketua Golden Eagle Internasional UNDP Awang Karwan, Perwakilan Personal Guarantee System Peter Halim, dan Perwakilan Debitur Dedeh Pujawati H. Taswin, SH.
Pewarta: REDAKSI
