Respon SMKN 1 Kota Kediri Soal Pengadaan Seragam Siswa dan Sumbangan Bulanan
REFORMASINEW.COM || KEDIRI – Belakangan ini terjadi simpang siur mengenai pengadaan seragam siswa yang memiliki kendala administrasi dan sumbangan bulanan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kota Kediri.
Sekolah yang terletak di Jalan Veteran No.9, Kec. Mojoroto, Kota Kediri itu memulai PPDB seperti halnya sekolah pada umumnya yaitu menyediakan pengadaan seragam peserta didik baru. Pun, ada beberapa jenis seragam yang diwajibkan.
Saat dikonfirmasi pada Rabu, 27/9, Ali selaku wakil kepala (Waka) Kesiswaan menyatakan bahwa sekolah tersebut mengharuskan pembelian seragam, tetapi tidak mewajibkan membeli di sekolah.
“Yang kita sarankan untuk beli di sekolah adalah yang tidak tersedia penjual di luar. Seperti seragam praktik,” katanya.
Terdapat beberapa aduan wali murid kepada awak media, bahwa seragam belum terdistribusikan dengan merata, sebab pembayaran belum lunas.
Ali menjelaskan semenjak moratorium pihak sekolah tidak melayani pembelian seragam. “Untuk yang terlanjur sudah DP, maka dibatalkan bisa, uangnya bisa diambil,” tuturnya.
Hadi sugianto kepala Sekolah saat di konfir masi oleh awak media ini menjelas kan , Di samping itu, mengenai sumbangan sebesar Rp 75.000,- yang menjadi simpang siur adalah guna mendanai kegiatan yang tidak dapat menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Program sekolah tersebut akhirnya disampaikan kepada komite sekolah untuk dimediasikan kepada wali murid, dan terbitlah aturan menyumbang tersebut. Namun, pihaknya menegaskan bahwa sumbangan adalah bersifat sukarela.
“Kita punya guru honorer yang harus dihonori. Karena kita kurang pengajar. Honornya guru GTT itu kita danai dari hasil menampung sumbangan dari ortu siswa,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai adanya wali siswa yang keberatan Ali menyatakan, “Kalau keberatan ya tidak usah, tidak perlu menyumbang, kami tidak memaksa. Tetapi wali siswa harus menyertakan alasan ketidaksanggupannya,” paparnya.
Di akhir ia pula menuturkan bagi siswa yang kurang mampu, terdapat yayasan yang bersedia membantu kesulitan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Pewarta : tim.
