Polemik BCA Tim Anjar Gunantoro Desak Pengambilalihan Saham oleh Negara
REFORMASINEW.COM // Jakarta – Tim Personal Guarantee Anjar Gunantoro menyampaikan pernyataan terkait posisi strategis pemerintah Indonesia terhadap Bank Central Asia (BCA). Melalui siaran pers yang diterima media, Anjar Gunantoro menyatakan dukungannya terhadap semangat kebangsaan dengan komitmen “Jayalah Indonesia, Jayalah Anak Bangsa, Jayalah Pemerintah, dan Jayalah Seluruh Rakyat Indonesia.”
Menurut Anjar Gunantoro, kepemilikan bank bukan sekadar otoritas, melainkan instrumen tertinggi dalam mengatur, menjaga, dan menyeimbangkan kedaulatan finansial bangsa dalam sistem ekonomi dunia.
Menyusul berakhirnya FIAT Monetary System dan berlakunya Quantum Financial System (QFS) dalam sistem perbankan, Anjar Gunantoro menyatakan bahwa pihaknya mendukung pemerintah, atas nama Lembaga Kepresidenan Republik Indonesia, untuk mengambil alih 51% kepemilikan saham Bank BCA berdasarkan QFS, hukum dan perundang-undangan yang berlaku, serta kepemilikan bangsa dan negara.
Lebih lanjut, Anjar Gunantoro menyoroti suntikan dana BLBI sebesar 42 triliun rupiah yang diterima Bank BCA pada tahun 1998 (setara dengan 1.064 triliun rupiah saat ini) yang belum pernah dikembalikan ke Bank Indonesia (BI) dan negara, mengutip pernyataan Sasmiti Hadinegoro. Ditambah lagi dengan kebijakan Likuiditas Makroprudensial BI yang disuntikkan setiap tahunnya, ia menegaskan bahwa dana yang dikelola oleh Bank BCA adalah dana milik negara, bukan dana milik BCA. Pihaknya juga telah mulai menyampaikan surat pemberitahuan ke Polres dan Kodim.
Anjar Gunantoro menambahkan bahwa demi memutar roda perekonomian pada sektor ketahanan pangan dan untuk tujuan membangun bangsa, sumber dana di BCA dapat digunakan. Atas nama Tim Personal Guarantee yang mendapatkan otoritas penuh dari pemilik dana, pemilik sistem, dan pemilik aset global berdasarkan Rekomendasi 24 dan 25 FATF, Perpres No. 13 Tahun 2018, dan dasar hukum lainnya, pihaknya bersama dan mendukung pemerintah untuk pengambilalihan BCA secara penuh.
Pewarta: Redaksi
