Perumda Tirta Kanjuruan Unit Bululawang Tuai Masalah ,Pusat Pastinya Terlibat !
Kab.Malang – Reformasinew
Katalitik adalah sebuah alat, dipergunakan untuk menjernihkan air yang mengandung zat besi melebihi batas untuk dikonsumsi sebagai air minum dari sumur milik Perumda Tirta Kanjuruan unit Bululawang sejak 2 (dua) tahun lalu di fungsikan.
Menurut keterangan salah seorang yang namanya enggan disebutkan menyampaikan, “Harusnya Katalitik tersebut di fungsikan sesuai standar, agar tidak merugikan pelanggan dari Perumda Tirta Kanjuruan unit Bululawang yang menggunakan air dari hasil penjernihan Katalitik tersebut, minimal 6 (enam) bulan sekali harus diganti pasirnya, dan maksimal 1 (satu) tahun sekali, jangan sampai seperti yang ada dalam berita tersebut, masa iya 2 (dua) tahun baru diganti, saya jadi ragu akan kualitas airnya.” Ungkapnya singkat.
Perlu diketahui, harga pasir untuk menjernihkan yang di letakkan dalam katalitik tersebut Rp 24 ribu/kilo, sedangkan untuk 2 (dua) katalitik membutuhkan 10 ton pasir, belum juga biaya harian yang membutuhkan minimal 4 (empat) liter kaporit agar standar air minum bisa terpenuhi sesuai dengan yang disampaikan Samai Kepala Unit Perumda Tirta Kanjuruan Bululawang.
“Untuk kebutuhan pasir sebagai penjernih dalam katalitik tersebut 1 (satu) katalitik membutuhkan 5 (lima) ton pasir, jadi untuk 2(dua) katalitik butuh 10 (sepuluh) ton pak, selain itu untuk harian minimal kami menggunakan 4 (empat) liter kaporit agar pelanggan mendapat air yang sesuai standar untuk di minum.” Terangnya.
Disinggung terkait anggaran untuk pasir dan kaporit Samai mengaku tidak sesuai dengan debit air yang di berikan untuk pelanggan, jika pergantian pasir tersebut dilakukan sekali selama beliau menjabat sebagai kepala unit Perumda Tirta Kanjuruan Bululawang
Lama Ditutup, Sumur Perumda Tirta Kanjuruan Unit Bululawang Difungsikan Lagi
“Debit air tidak sesuai dengan kebutuhan untuk katalitik dengan air yang dijual ke pelanggan, selama saya jadi Kepala Unit di Bululawang ini pasir diganti sekali pak, kalau secara prosedur Direksi yang lebih tau, konfirmasi ke Direksi saja pak biar lebih jelas.” Tutupnya.
Saat tim ungkap fakta mencoba untuk konfirmasi pada Wahyu selaku kabag humas di Perumda Tirta Kanjuruan melalui pesan singkat whatsapp menyampaikan jika informasi tersebut akan disampaikan pada pimpinan Perumda Tirta Kanjuruan, setelah itu baru akan memberikan keterangan sesuai petunjuk Direksi. “Saya kabari ya pak setelah saya koordinasikan dengan pimpinan.” Tuturnya singkat.
Dengan adanya pemberitaan ini, redaksi akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang sesuai, bila ada keterlibatan pihak tertentu adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut dan bisa dipastikan kebenarannya, kuat dugaan Bupati Malang Sanusi juga turut terlibat.
