Peluncuran Aplikasi TAK Di Tulungagung, Masyarakat Diajak Berperan Aktif Dalam Laporan Kecelakaan Lalu Lintas
REFORMASINEW.COM ||TULUNGAGUNG . Satlantas Polres Tulungagung baru-baru ini mengumumkan peluncuran aplikasi Traffic Accident Knowable (TAK) di gedung Sarja Arya Racana (SAR) Mapolres setempat.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Dishub Tulungagung, Kepala Cabang Jasa Raharja, Dirut RSUD dr. Iskak, Wakapolres, PJU, Kapolsek jajaran, serta undangan lainnya.
Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi, menjelaskan bahwa aplikasi TAK bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam melaporkan kecelakaan lalu lintas dan masalah terkait infrastruktur jalan yang berpotensi menjadi tempat terjadinya kecelakaan. Laporan-laporan ini akan ditindaklanjuti oleh Satlantas Polres Tulungagung.
Informasi dari laporan tersebut akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait, dan pihak berwenang akan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk mempercepat penanganan korban kecelakaan.
Aplikasi ini juga merupakan langkah dalam mewujudkan Kabupaten Tulungagung sebagai “Kabupaten Smart Save City,” dengan penekanan pada percepatan pelayanan publik melalui teknologi.
Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melaporkan daerah berisiko tinggi (black spot) dan daerah rawan (trouble spot) secara real-time dengan mengirimkan foto dan lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Firdaus Canggih, menekankan bahwa, “Aplikasi ini merupakan inovasi teknologi yang akan mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait daerah-daerah berisiko tinggi dan rawan kecelakaan.”
Aplikasi ini juga dirancang sederhana untuk memudahkan masyarakat dalam pelaporan kejadian laka lantas, mengurangi ketergantungan pada media sosial yang biasanya memerlukan proses pendaftaran yang rumit.
Masyarakat dapat mengunduh aplikasi TAK Tulungagung di Play Store, melakukan mengirimkan foto dan lokasi kejadian. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa pihak berwenang dan rumah sakit dapat menangani situasi di lokasi kejadian.
Diharapkan peluncuran aplikasi ini akan mempermudah masyarakat dalam melaporkan kecelakaan lalu lintas dan memungkinkan penanganan yang lebih cepat. Pihak berwenang berencana untuk terus mengembangkan aplikasi ini untuk melaporkan kendala-kendala yang ditemui masyarakat, terutama terkait fasilitas umum seperti jalan berlubang atau rusak.
“Partisipasi aktif masyarakat diharapkan akan membantu dalam pengumpulan data dan analisis yang lebih baik,” ungkapnya.
Pewarta: ag/sw
