Derap Langkah Siswa SMPN 1 Gurah Warnai Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81
REFORMASINEW.COM // KEDIRI – Derap langkah ratusan pelajar menggema di ruas jalan Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Senin (10/08/2026). Seragam rapi, barisan tegap, serta aba-aba lantang mewarnai semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Di tengah ratusan peserta Lomba Baris Berbaris (LBB) dan gerak jalan, siswa SMPN 1 Gurah tampil penuh semangat. Setiap langkah bukan sekadar bagian dari perlombaan, tetapi menjadi simbol disiplin, kekompakan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Kegiatan yang mengambil start di depan Kantor Kecamatan Gurah tersebut diikuti peserta dari tingkat SMP/MTs negeri dan swasta hingga SMA/SMK negeri dan swasta se-Kecamatan Gurah. Antusiasme peserta serta masyarakat yang menyaksikan dari sepanjang rute membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin meriah.
Bagi SMPN 1 Gurah, PBB bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Di balik barisan yang terlihat sederhana, terdapat proses pendidikan karakter yang menuntut siswa mampu mengikuti aturan, menjaga kekompakan, bertanggung jawab, serta mengendalikan diri.
Kepala SMPN 1 Gurah, Ernia Purnamawati, S.Pd., mengatakan momentum HUT RI menjadi kesempatan bagi siswa untuk menerjemahkan makna kemerdekaan melalui tindakan nyata.
“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal positif. Anak-anak harus memahami bahwa perjuangan generasi sekarang bukan lagi mengangkat senjata, tetapi belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, berprestasi, menjaga persatuan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tuturnya.
Menurut Ernia, nilai-nilai tersebut tidak selalu cukup ditanamkan melalui pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan PBB memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai arti kerja sama dan tanggung jawab.
“Ketika mereka berbaris, satu gerakan harus sama. Satu aba-aba harus dipatuhi bersama. Dari situ anak-anak belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok sangat bergantung pada kedisiplinan dan tanggung jawab setiap individu,” jelasnya.
Ia menegaskan, sekolah terus memberikan ruang kepada siswa untuk menyalurkan energi, kreativitas, dan semangat mereka melalui berbagai kegiatan positif.
“Anak-anak harus diberikan ruang untuk berkembang. Mereka memiliki energi, kreativitas, dan semangat yang besar. Tugas sekolah adalah mengarahkan energi tersebut menjadi prestasi dan kegiatan yang positif,” tegas Ernia.
Penampilan dalam perlombaan tidak lahir secara instan. Sebelum turun ke jalan, para siswa menjalani latihan secara rutin, mulai dari gerakan dasar PBB, langkah tegap, kekompakan barisan, hingga variasi formasi.
Latihan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter. Siswa dituntut mampu menjaga konsentrasi, mengikuti instruksi, mengatasi rasa lelah, serta tetap kompak ketika berada di bawah tekanan perlombaan.
Bagi sekolah, proses tersebut justru menjadi bagian paling penting.
“Yang kami tekankan bukan hanya hasil akhir. Menang tentu membanggakan, tetapi keberanian anak-anak untuk berlatih, tampil, dan memberikan kemampuan terbaik adalah bagian dari prestasi itu sendiri,” ujar Ernia.
Semangat nasionalisme, lanjut dia, juga tidak boleh berhenti ketika rangkaian perayaan HUT RI berakhir.
“Jangan sampai semangat nasionalisme hanya muncul ketika bulan Agustus. Kami ingin semangat itu menjadi karakter. Disiplin di sekolah, menghormati guru, menghargai teman, rajin belajar, dan menjaga persatuan juga merupakan bentuk mengisi kemerdekaan,” tuturnya.
HUT RI ke-81 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini lahir melalui perjuangan panjang para pahlawan.
Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan tenaga, pikiran, dan kehidupan untuk mempertahankan bangsa, maka generasi muda saat ini menghadapi medan perjuangan yang berbeda.
Buku menjadi senjata. Pendidikan menjadi kekuatan. Prestasi menjadi bukti. Dan karakter menjadi fondasi.
Karena itu, SMPN 1 Gurah berkomitmen menjadikan berbagai kegiatan sekolah sebagai ruang untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Harapan kami, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama, dan mencintai Indonesia,” kata Ernia.
Pesan itu kemudian terlihat dalam derap langkah para siswa di jalanan Gurah. Satu aba-aba, Satu gerakan, Satu barisan, Satu semangat.
Derap langkah siswa SMPN 1 Gurah menjadi simbol bahwa 81 tahun Indonesia merdeka, semangat perjuangan tidak boleh berhenti. Semangat itu terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Pewarta: Agus Red
